SORE itu ada undangan selamatan. Semua yang hadir berpakaian rapi, memang baru dari masjid. Bahkan ada yang ganti baju dulu, menghormati tuan rumah, demikian katanya.
Apalagi, rumah si punya hajat, salah satu yang lumayan bagus di kawasan itu. Sampai ditempat, sebut saja namanya A, bertanya kepada Saya, yang mana tuan rumahnya, saya belum kenal? Memang si tuan rumah kebetulan tidak pernah srawung dengan tetangga.
Ketika dijawab, "itu pak, yang pakai celana olahraga". Tamu ini lantas menggeleng, "Lha..lha..lha,"katanya, seraya bergumam, "saya kecewa. Tadi pulang dari masjid ganti baju lengan panjang, untuk menghormati, eh yang mengundang malah sebaliknya. Tahu gini lebih baik pakai kaos oblong saja, sekalian tidak gerah, kata Bapak usia 70-an itu.
(dari Wahono, Rungkut, Surabaya)
Apalagi, rumah si punya hajat, salah satu yang lumayan bagus di kawasan itu. Sampai ditempat, sebut saja namanya A, bertanya kepada Saya, yang mana tuan rumahnya, saya belum kenal? Memang si tuan rumah kebetulan tidak pernah srawung dengan tetangga.
Ketika dijawab, "itu pak, yang pakai celana olahraga". Tamu ini lantas menggeleng, "Lha..lha..lha,"katanya, seraya bergumam, "saya kecewa. Tadi pulang dari masjid ganti baju lengan panjang, untuk menghormati, eh yang mengundang malah sebaliknya. Tahu gini lebih baik pakai kaos oblong saja, sekalian tidak gerah, kata Bapak usia 70-an itu.
(dari Wahono, Rungkut, Surabaya)