Wednesday, April 14, 2010

Lagi, Brutal Warnai Aksi Satpol PP Ibukota

Sangat sulit dimengerti, tentang tujuan kehadiran Satpol PP Pemda DKI di makam Mbah Priuk, di Jakarta Utara, pada 14 April 2010 siang hari. Satpol PP hadir untuk mengawal eksekusi lahan Makam, atau memang sebagai Satuan Polisi Petugas Pembantaian. Nyatanya, tindakan Satpol PP itu sangat brutal dan tak manusiawi.

Dalam tanyangan TVone, sekitar 13.30, sangat jelas, ada seorang bocah yang berlari ketakutan atas tindakan Satpol PP, kemudian diamankan oleh petugas Polisi, dirangkul, namun, beberapa anggota Satpol PP, masih menyerobot untuk memukulnya. Kemudian penyerobotan pemukulan baru berhenti ketika dipagar betis oleh petugas polisi yang lain.

Disisi lain ada warga yang semula tampak diamankan oleh petugas Satpol PP, ternyata ia kemudian menjadi bulan-bulanan sejumlah anggota Satpol. Petungan, jotosan, dsb-nya menghujani sekujur tubuhnya, hingga tak berdaya.

Padahal, korban ini semula demikian kompromi, ketika digelandang oleh dua petugas satpol pp. Entah maunya diamankan atau sengaja dibuat bulan-bulanan. Tetapi, nyatanya, sesampai dikerumunan anggota Satpol PP, warga ini malah mendapatkan yang tak diharapkan. Tindakan brutal oleh para anggota Satpol PP terjadi. Malah siapapun melihatnya di tayangan TVone itu, akan menilai sebagai tindakan tidak manusiawi.

Karena kebrutalan itu, Saya menilai, ini sama artinya dengan menanamkan kebencian, sulit dihindari. Dampaknya pun akan berbuntut panjang. Resiko ancaman pribadi bisa terjadi atas Anggota Satpol PP, untuk melukai, bahkan lebih kejam lagi. Sebagaimana kekejaman yang ditanamkan oleh Satpol PP kepada rakyat.

Para anggota Satpol PP itu lupa, bahwa ketika tidak berseragam, ia juga anggota masyarakat biasa, yang bisa dikucilkan karena kelakuannya, termasuk keluarganya.

Bahkan, tujuan kehadirannya di makam Mbah Priuk, bertolak dari tayangan tragedi itu, menjadi membingungkan. Satpol PP hadir untuk mengawal eksekusi lahan Makam, atau memang sebagai Satuan Polisi Petugas Pembantaian.

Semoga segalanya menjadi lebih baik.

Media farica Diva - Surabaya